Banyuwangi – Ketepatan hari Anti Korupsi, Investigasi awak media menemukan sebuah tempat yang dijadikan ajang arena perjudian di Desa Sambirejo Dusun Pasembon, kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Minggu, 9 Desember 2024.
Diduga pemilik kalangan perjudian tersebut milik seorang Oknum TNI AL yang bertugas di Puslatpurma 7 Lampon. Yang menjadi Bos besar arena perjudian sabung ayam dan judi dadu di Desa Sambirejo, Dusun Pasembon, Kecamatan Bangorejo. Kabupaten Banyuwangi.
seakan-akan nampak seperti mempermainkan aparat penegak hukum(polisi).
Meskipun sebelumnya pernah sempat dirazia, terbukti, hingga saat ini aktifitas penyakit masyarakat di wilayah hukum Polsek Bangorejo, Polresta Banyuwangi, masih tetap saja berlangsung aktif.
Yang mana bahwa ketepatan Hari Anti Korupsi, harus dilakukan pembersihan sampah sampah, namun oknum yang satu ini justru masih melakukan kegiatan berjudi sabung ayam dan judi dadu, terkesan tidak ada rasa hormatnya sebagai Sorang oknum TNI AL yang seharusnya menjadi contoh yang baik untuk masyarakat.
Menurut pengakuan masyaraka setempat, ia mengetahui adanya praktik pertarungan ayam tersebut lantaran lokasinya yang tak jauh dari rumah miliknya Sorang oknum Marinir inisial SPR, Bahkan seringkali kalangan dibuyarkan oleh polisi dari Polsek setempat hingga Polresta Banyuwangi, namun tindakan kepolisian terindikasi Drama semata.
Sehingga menurut penilaian warga yang tak ingin dipublikasikan namanya, hal itu bisa menimbulkan opini liar, keresahan publik, dan keluhan masyarakat. Sampai-sampai mencuat anggapan warga dan para toko masyarakat, bahwa APH setempat kurang kontrol terhadap masalah sosial di wilayahnya
“Saya menduga, pelaku judi sabung ayam di arena itu terindikasi tak tersentuh hukum. Polisi kemana? Jika memang mengetahui, harusnya Polisi bisa kontrol tiap hari. Segera bubarkan kalau mereka masih beraktifitas. Ini perbuatan pidana, mestinya diberantas,” tegasnya.
Sementara, SPR yang masih aktif Anggota Marinir Puslatpurma 7 Lampon ini, selaku bos besar kalangan aduan ayam dan judi jenis lainnya di desa Sambirejo, kecamatan Bangorejo, “seharusnya ia sebagai Aparat TNI menjadi contoh yang baik dan mengayomi, bukan malah melakukan kegiatan melawan hukum,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Kapolsek Bangorejo, masih belum berhasil dikonfirmasi. Sementara
Polresta memberikan tanggapan meskipun awak media telah mencoba mengkonfirmasi via WhatsApp sebelumnya.
Beberapa Aktivis Agama agama akan siap pelaporan hingga mensomasinya
Koirin
![]()



















