Jambi – Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jambi, Dr. Marsudin Nainggolan, S.H., M.H., memulai masa kepemimpinannya dengan menyapa seluruh satuan kerja di wilayah hukum PT Jambi melalui program “KPT Menyapa” secara virtual, pada Kamis (6/8).
Kegiatan yang diikuti seluruh pengadilan negeri di wilayah hukum PT Jambi itu menjadi forum perdana bagi Marsudin Nainggolan setelah dilantik sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Jambi pada Senin (3/8) silam. Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua PT Jambi, Panitera, Sekretaris, serta para Hakim Tinggi.
Menurut Marsudin, “KPT Menyapa” merupakan program yang digagas sebagai ruang komunikasi awal untuk membangun kedekatan dengan seluruh satuan kerja sekaligus menyamakan arah kebijakan di lingkungan peradilan umum wilayah Jambi.
Dari pantauan Dandapala, tak hanya memperkenalkan diri, Marsudin juga memaparkan roadmap 100 hari pertama kepemimpinannya yang dibagi dalam empat tahapan, mulai dari konsolidasi internal, penguatan integritas, transformasi digital, hingga evaluasi kelembagaan.
“Program ini merupakan program utama selain program-program yang telah disusun oleh KPT yang lama,” ucapnya.
Marsudin menyampaikan, yang utama adalah memperkuat integritas, independensi, dan profesionalisme aparatur pengadilan. Pada 30 hari pertama, fokus diarahkan pada konsolidasi, pemetaan, dan penguatan koordinasi melalui silaturahmi dengan seluruh pimpinan pengadilan negeri, rapat koordinasi, pemetaan kondisi satuan kerja, inventarisasi permasalahan, serta penetapan prioritas kebijakan.
Tahapan ini memetakan sejumlah bidang strategis yang menjadi perhatian, yakni penyelesaian perkara, administrasi perkara, pelayanan publik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta teknologi informasi.
Memasuki hari ke-31 hingga ke-60, program berfokus pada penguatan integritas dan peningkatan kinerja melalui pembinaan integritas, penguatan kode etik, pengawasan internal, budaya antikorupsi, evaluasi penyelesaian perkara, serta identifikasi potensi tunggakan.
Dalam tahap ini, Ketua PT Jambi juga menetapkan sejumlah program prioritas berupa pelaksanaan bimbingan teknis hukum, forum diskusi hukum, percepatan minutasi putusan, penguatan Zona Integritas, serta penguatan budaya kerja PT Jambi EMAS.
“Memperkuat pembinaan dan pengawasan secara berkesinambungan, meningkatkan kapasitas hakim, dan aparatur peradilan harus dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan dengan mengadakan diskusi ilmiah,” ujar Marsudin.
Dirinya juga menegaskan integritas adalah fondasi utama bagi tegaknya lembaga peradilan, setiap hakim dan aparatur peradilan wajib menjaga kehormatan profesi, menjunjung tinggi kode etik, serta menjauhkan diri dari segala bentuk menyimpangan, tambahnya.
Selanjutnya pada hari ke-61 hingga ke-80, perhatian diarahkan pada transformasi digital dan peningkatan pelayanan publik. Program yang dijalankan meliputi optimalisasi e-Court dan e-Litigasi, digitalisasi administrasi perkara, evaluasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga pengembangan berbagai inovasi pelayanan.
“Meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akses terhadap pengadilan. pengadilan harus hadir sebagai institusi yang melayani masyarakat secara cepat, transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Tahap terakhir, yakni hari ke-81 hingga ke-100, difokuskan pada evaluasi dan penguatan kelembagaan melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, pengukuran kinerja, penyusunan laporan, penyempurnaan kebijakan, pemberian apresiasi kepada satuan kerja berprestasi, hingga penyusunan roadmap pengembangan jangka panjang.
Dalam paparannya, Marsudin menegaskan bahwa program 100 hari tersebut bukan sekadar target administratif, melainkan fondasi awal untuk membangun budaya kerja yang lebih kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.
“Saya memohon dukungan, kerjasama dan doa dari seluruh keluarga besar pengadilan agar amanah yang dipercayakan kepada saya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ajak Marsudin kepada seluruh pengadilan.
Diakhir paparannya, dirinya juga mengajak seluruh aparatur peradilan di wilayah hukum PT Jambi untuk berkontribusi dan mendukung program-program tersebut.
“marilah kita bekerja dengan hati, melayani dengan tulus dan mengabdikan diri demi tegaknya hukum dan keadilan,” tutupnya



















