Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Brigadir Renita Rismayanti Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Inovatif Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal Misi PBB

×

Brigadir Renita Rismayanti Raih Hoegeng Awards 2026 Kategori Polisi Inovatif Berkat Inovasi Digitalisasi Data Kriminal Misi PBB

Share this article
Example 468x60

Jakarta, 31 Juli 2026 – Anggota Divisi Hubungan Internasional Polri Brigadir Renita Rismayanti meraih Hoegeng Awards 2026 kategori Polisi Inovatif atas kontribusinya menghadirkan inovasi digitalisasi pendataan kriminal saat bertugas sebagai personel United Nations Police (UNPOL) dalam Misi Stabilisasi Terintegrasi Multidimensi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Penghargaan tersebut diberikan pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta, Jumat (31/7). Acara tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., jajaran pejabat negara, serta tokoh masyarakat.

Example 300x600

Brigadir Renita menjalankan penugasan dalam misi MINUSCA pada 2023–2024 sebagai Crime Database Officer. Dalam penugasannya, ia melihat proses pendataan tindak pidana di Republik Afrika Tengah masih dilakukan secara manual. Melalui inovasi yang dikembangkannya, sistem pendataan kemudian dimigrasikan ke platform digital sehingga pencatatan kasus kriminal menjadi lebih efektif, terintegrasi, dan terhubung langsung dengan Markas UNPOL.

Atas inovasi tersebut, Brigadir Renita memperoleh apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa karena dinilai mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data kriminal dalam mendukung pelaksanaan misi perdamaian internasional.

Hoegeng Awards merupakan bentuk penghargaan kepada anggota Polri yang mampu menghadirkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam keterangannya, Brigadir Renita Rismayanti mengaku tantangan terbesar saat menjalankan misi di Republik Afrika Tengah adalah kondisi negara yang masih dilanda konflik serta sistem pendataan kriminal yang masih dilakukan secara manual.

“Sebagai officer di unit database kriminal, pekerjaan saya sehari-hari melakukan registrasi seluruh tindak pidana kriminal yang ada di negara tersebut. Saat melihat proses pendataan masih manual, saya berupaya melakukan migrasi data ke sistem digital agar lebih efektif dan dapat terhubung langsung dengan Markas UNPOL,” ujar Brigadir Renita Rismayanti.

Hoegeng Awards merupakan ajang penghargaan bagi anggota Polri yang dinilai memiliki integritas, dedikasi, inovasi, dan kepedulian tinggi dalam menjalankan tugas. Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia internasional.

Loading

Example 300250
Spread the love
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Belantara Foundation mendorong aksi iklim generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa dari Jepang, yaitu University of Tsukuba Senior High School (UTSS) at Sakado, Ehime University Senior High School dan University of Tsukuba lewat penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau, pada Kamis 30 Juli 2026.  Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Belantara Foundation dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam secara simbolis antara lain balangeran (Shorea balangeran) yang merupakan spesies pohon langka yang perlu dilestarikan, kulim (Scorodocarpus borneensis) yang kayunya digunakan untuk konstruksi bangunan, serta bibit pohon tampui (Baccaurea macrocarpa) yang buahnya digemari masyarakat lokal, serta menjadi sumber pakan bagi berbagai jenis burung dan primata di hutan tropis. Aksi tanam pohon yang diikuti sebanyak 25 pelajar, mahasiswa dan guru sekolah asal Jepang ini merupakan salah satu kontribusi fundamental dari generasi muda dalam upaya melestarikan alam, yaitu merestorasi lahan yang telah terdegradasi dalam mendukung Pemerintah Provinsi Riau menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.  Balangeran (Shorea balangeran) merupakan salah satu pohon asli hutan tropis Indonesia yang tumbuh di Sumatra dan Kalimantan. Secara ekologis, akar balangeran membantu mengikat tanah dan mencegah erosi. Selain itu, spesies ini juga memiliki peran penting dalam restorasi ekosistem gambut karena mampu menjaga cadangan air, menyediakan habitat bagi satwa liar dan menyerap karbon. Karena manfaat ekologisnya yang besar, balangeran kini menjadi salah satu jenis pohon prioritas dalam upaya rehabilitasi hutan dan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.  Dengan tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati pada 10 Agustus setiap tahunnya ini menjadi sebuah momentum penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat dan lintas generasi agar peduli dan berkolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.  Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan bahwa penanaman pohon secara simbolis dalam menyambut HKAN 2026 ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat kesadaran bagi masyarakat terutama generasi muda terhadap pentingnya partisipasi aktif dalam melestarikan alam dan lingkungan hidup di Indonesia.  “Pelibatan pelajar dan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan penanaman pohon merupakan investasi bagi masa depan. Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan”, pungkas Dolly yang juga sebagai pengajar di Program Studi Manajemen Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pakuan.  Pada kesempatan yang sama, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, S.Sos., M.Si., mengatakan   bahwa kawasan Tahura SSH merupakan kawasan konservasi alam yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1999. Tahura SSH memiliki luas kawasan lebih dari 6.000 hektar. Sayangnya, saat ini sebagian besar kawasan tersebut telah mengalami deforestasi dan degradasi akibat aktivitas ilegal seperti perambahan lahan, pembalakan liar dan lain sebagainya. …

Loading

Spread the love