Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Panen Ketahanan Pangan RPTRA Gondangdia, Polsek Metro Menteng Dukung Swasembada Pangan Warga

×

Panen Ketahanan Pangan RPTRA Gondangdia, Polsek Metro Menteng Dukung Swasembada Pangan Warga

Share this article
Example 468x60

Jakarta Pusat – Polsek Metro Menteng terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan sambang dan pemantauan panen hasil budidaya di RPTRA Gondangdia, Jalan Probolinggo No. 1, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Jumat (31/7/2026)

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Gondangdia Aiptu Kamidi bersama Kasi Kesra Kelurahan Gondangdia dan petugas RPTRA dengan melakukan pemantauan langsung terhadap budidaya tanaman hidroponik serta kolam ikan mujair dan nila yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat. Hasil panen kemudian dibagikan kepada ibu-ibu yang beraktivitas di RPTRA serta warga yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Example 300x600

Dalam kesempatan itu, Aiptu Kamidi juga mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam mengembangkan budidaya pangan di lingkungan RPTRA. Selain memperkuat ketersediaan pangan, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat sinergi antara Polri, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang produktif, aman, dan kondusif.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa program ketahanan pangan berbasis masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan. Menurutnya, Polri akan terus mendukung setiap inovasi masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga dan memperkuat kemitraan dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Sementara itu, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ketahanan pangan merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi yang selalu hadir mendampingi masyarakat. Melalui pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan program budidaya tanaman hidroponik dan perikanan di RPTRA Gondangdia dapat terus berkembang, menjadi contoh bagi wilayah lain, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan di tingkat lingkungan.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Loading

Example 300250
Spread the love
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Belantara Foundation mendorong aksi iklim generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa dari Jepang, yaitu University of Tsukuba Senior High School (UTSS) at Sakado, Ehime University Senior High School dan University of Tsukuba lewat penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau, pada Kamis 30 Juli 2026.  Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Belantara Foundation dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam secara simbolis antara lain balangeran (Shorea balangeran) yang merupakan spesies pohon langka yang perlu dilestarikan, kulim (Scorodocarpus borneensis) yang kayunya digunakan untuk konstruksi bangunan, serta bibit pohon tampui (Baccaurea macrocarpa) yang buahnya digemari masyarakat lokal, serta menjadi sumber pakan bagi berbagai jenis burung dan primata di hutan tropis. Aksi tanam pohon yang diikuti sebanyak 25 pelajar, mahasiswa dan guru sekolah asal Jepang ini merupakan salah satu kontribusi fundamental dari generasi muda dalam upaya melestarikan alam, yaitu merestorasi lahan yang telah terdegradasi dalam mendukung Pemerintah Provinsi Riau menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.  Balangeran (Shorea balangeran) merupakan salah satu pohon asli hutan tropis Indonesia yang tumbuh di Sumatra dan Kalimantan. Secara ekologis, akar balangeran membantu mengikat tanah dan mencegah erosi. Selain itu, spesies ini juga memiliki peran penting dalam restorasi ekosistem gambut karena mampu menjaga cadangan air, menyediakan habitat bagi satwa liar dan menyerap karbon. Karena manfaat ekologisnya yang besar, balangeran kini menjadi salah satu jenis pohon prioritas dalam upaya rehabilitasi hutan dan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.  Dengan tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati pada 10 Agustus setiap tahunnya ini menjadi sebuah momentum penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat dan lintas generasi agar peduli dan berkolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.  Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan bahwa penanaman pohon secara simbolis dalam menyambut HKAN 2026 ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat kesadaran bagi masyarakat terutama generasi muda terhadap pentingnya partisipasi aktif dalam melestarikan alam dan lingkungan hidup di Indonesia.  “Pelibatan pelajar dan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan penanaman pohon merupakan investasi bagi masa depan. Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan”, pungkas Dolly yang juga sebagai pengajar di Program Studi Manajemen Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pakuan.  Pada kesempatan yang sama, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, S.Sos., M.Si., mengatakan   bahwa kawasan Tahura SSH merupakan kawasan konservasi alam yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1999. Tahura SSH memiliki luas kawasan lebih dari 6.000 hektar. Sayangnya, saat ini sebagian besar kawasan tersebut telah mengalami deforestasi dan degradasi akibat aktivitas ilegal seperti perambahan lahan, pembalakan liar dan lain sebagainya. …

Loading

Spread the love