Ketua MA: “Pantaskanlah Dirimu Sehingga Siap Menjadi Pejabat yang Profesional”.
Palangkaraya,Rabu,
29 Juli 2026.
Penulis: Ngguli Liwar Mbani Awang, S.H., M.H
Juru bicara Pengadilan Negeri Palangkaraya
Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) Prof. Dr. Soenarto, S.H., M.H melakukan pembinaan secara umum kepada seluruh jajaran badan peradilan yang berada di wilayah Kalimantan Tengah.
Pembinaan yang juga dihadiri oleh Ketua Kamar Agama dan Ketua Kamar Militer Mahkamah Agung serta sejumlah Hakim Agung tersebut dilaksanakan diruang sidang utama Pengadilan Tingga Palangkaraya.
Kedatangan Yang Mulia (YM) ke Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah disambut dengan sukacita dan rasa syukur dari seluruh jajaran badan peradilan yang ada di Kalimantan Tengah.
Kegiatan pembinaan yang dilakukan secara luring dan daring tersebut dikuti hampir diikuti oleh semua jajaran badan peradilan baik dari Peradilan Umum, Peradilan Agama maupun Peradilan Tata Usaha Negara.
Dalam kesempatan tersebut dengan gayanya yang santai namun padat berisi YM Ketua Mahkamah Agung kembali mengingatkan jajaran peradilan agar memantaskan diri mengemban jabatan yang saat ini, apapun posisi jabatan yang diemban.
Jabatan bukan untuk gagahan atau pamer melainkan harus bisa memantaskan diri bukan memantaskan diri lalu puas diri melainkan memantaskan diri dengan intelektual dan intergritas sehingga kita siap untuk menjadi pejabat yang profesional.
“Jadi, bukan memantaskan diri lalu untuk memuaskan diri, bukan. memantaskan diri adalah kemampuan intelektual kita, memantaskan diri adalah integritas kita sehingga kita siap untuk menjadi pejabat yang profesional, yang profesional itu mereka mempunyain kemampuan, mereka punya skill/ketrampilan, mereka menjaga integritas”, kata YM Ketua Mahkamah Agung.
Dalam hal kepantasan yang menilai bukan kita tetapi anak buah kita, orang lain, rekan kerja. Pengisian jabatan-jabatan publik, jabatan eselen I sampai eselen IV semua dilakukan profilling yang dilakukan oleh Badan Pengawas MA bekerjasama dengan jejaring sosial.
Saat ini anak buah kita di kantor bisa menentukan seseorang bisa jadi pejabat atau tidak, semua harus dilihat dari samping, depan dan dari atas sehingga pejabat yang diangkat adalah orang yang memiliki kepantasan.
Bahkan terkait promosi dan mutasi yang dilaksanakan Mahkamah Agung saat ini menurut Ketua Mahkamah Agung, tidak lagi berdasarkan rasa tetapi atas dasar data yang dikumpulkan oleh Badan Pengawas yang bekerjasama dengan jejaring sosial yang ada.
Kalau atas dasar rasa maka loyalitas atau kesetiaan yang dibangun itu atas dasar personal, tetapi kalau atas dasar data maka loyalitas yang dibangun untuk kepentingan institusional, sehingga kalau mau dipromosi tidak perlu datang ke Mahkamah Agung bawa oleh-oleh untuk bisa dipromosi atau di mutasi.
“jadi bapak ibu tidak usah datang ke saya minta dipromosi atau di mutasi, percuma saudara minta tolong ke saya karena bukan saya yang memutuskan sendiri tetapi atas dasar kesepakatan semua pimpinan berdasarkan data yang sudah ada.
Saat ini yang kita bangun bukan loyalitas kepada personal tetapi membangun loyalitas kepada institusi atau lembaga Mahkamah Agung”, papar YM Ketua Mahkamah Agung.
Dalam pembinaan tersebut ketua Mahkamah Agung juga menyampaikan kabar gembira terkait perkembangan rencana kenaikan remunerasi jajaran kepaniteraan dan kesekretariatan selain hakim.
Disampaikan bahwa saat ini sudah berada di Dirjan Anggaran Kementerian Keuangan, tahap selanjutnya akan diserahkan kepada Menteri Keuangan untuk diterbitkan ijin prinsipnya.
YM Ketua Mahkamah Agung meminta agar bersyukur dengan kabar baik ini dan sabar menunggu, sehingga kita bisa ikhlas menjalaninya;
Pembinaan yang dilakukan di Pengadilan Tinggi Palangkaraya tersebut diselenggarakan setelah sebelumnya Ketua Mahkamah Agung melepas masa purnabakti Ketua Pengadilan Tingga Agama Palangkaraya yang sudah memasuki masa pensiun sebagai hakim.
![]()



















