Jakarta Pusat — Kepolisian terus memperkuat upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat. Salah satu sasaran yang menjadi perhatian adalah lingkungan sekolah, sebagai tempat para generasi muda menuntut ilmu sekaligus membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan.
Upaya tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bendungan Hilir, Aiptu Heri Murgianta, melalui kegiatan sambang dan monitoring di SMK Dental Asisten Sekesal Hang Tuah Jakarta, Jalan Bendungan Jati Luhur, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai, bertepatan dengan waktu kepulangan para siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Selain melakukan monitoring situasi di lingkungan sekolah, Bhabinkamtibmas turut membantu pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi guna mendukung kelancaran dan keamanan para siswa saat meninggalkan sekolah.
Kehadiran polisi pada saat jam kepulangan sekolah merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan aktivitas para pelajar berjalan dengan tertib. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun komunikasi langsung dengan pihak sekolah dan para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Heri Murgianta menyampaikan sejumlah pesan Kamtibmas kepada pihak sekolah maupun para pelajar. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya pengawasan terhadap siswa, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun setelah mereka meninggalkan sekolah.
Kepada para guru, Bhabinkamtibmas mengimbau agar terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa serta menjalin komunikasi dengan orang tua apabila terdapat perubahan perilaku atau aktivitas siswa yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas.
Pengawasan tersebut dinilai penting karena lingkungan pergaulan di luar sekolah juga dapat memengaruhi perilaku pelajar. Dengan komunikasi yang baik antara guru, orang tua dan siswa, berbagai potensi permasalahan diharapkan dapat diketahui dan dicegah sejak dini.
Sementara kepada para siswa, Bhabinkamtibmas memberikan pesan agar setelah kegiatan belajar selesai mereka segera pulang ke rumah masing-masing. Para pelajar diingatkan untuk tidak melakukan kegiatan nongkrong yang berpotensi mengganggu ketertiban umum ataupun membuka peluang terjadinya perselisihan antarkelompok.
“Adik-adik setelah selesai sekolah agar segera pulang ke rumah masing-masing. Fokus pada pendidikan dan jangan mudah mengikuti ajakan yang dapat merugikan diri sendiri. Tugas utama pelajar adalah belajar, belajar dan belajar,” pesan Aiptu Heri Murgianta.
Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif dan humanis. Bhabinkamtibmas mengajak para pelajar memahami bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk para siswa sebagai bagian dari masyarakat.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap potensi tawuran antarpelajar. Para siswa diingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan maupun informasi yang dapat memicu terjadinya perkelahian.
Bhabinkamtibmas meminta para pelajar untuk segera menjauh apabila mengetahui adanya rencana tawuran serta menyampaikan informasi tersebut kepada guru, orang tua atau kepolisian. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya korban maupun dampak negatif yang dapat merusak masa depan pelajar.
Selain persoalan tawuran, para siswa juga diberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara bijak. Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui berbagai platform digital, para pelajar diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Aiptu Heri Murgianta mengingatkan agar setiap informasi yang diterima melalui media sosial terlebih dahulu diperiksa sumber dan kebenarannya. Sikap kritis diperlukan agar para pelajar tidak menjadi bagian dari penyebaran berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus melakukan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan Kamtibmas.
“Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi para pelajar untuk belajar dan berkembang. Karena itu, komunikasi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua dan para siswa perlu terus dibangun. Edukasi dan pencegahan sejak dini menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.
Menurutnya, upaya mencegah tawuran dan kenakalan remaja tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Diperlukan keterlibatan sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat untuk memberikan pengawasan serta pendampingan kepada para pelajar.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, mengatakan bahwa jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Polsek Metro Tanah Abang terus didorong untuk aktif melakukan sambang dan membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.
“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan sambang, kami dapat menyampaikan imbauan sekaligus mendengarkan berbagai informasi dan permasalahan yang berkembang di lingkungan masyarakat,” kata AKBP Dhimas Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis kepada pelajar menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran Kamtibmas. Para pelajar diharapkan memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan dan kemampuan menjaga diri dari pengaruh negatif merupakan bagian dari upaya mempersiapkan masa depan.
Selain memberikan imbauan, kegiatan Bhabinkamtibmas juga menjadi sarana untuk memastikan kondisi di sekitar sekolah tetap aman pada saat jam kepulangan. Pengaturan lalu lintas yang dilakukan Aiptu Heri Murgianta di sekitar lokasi diharapkan dapat membantu memperlancar pergerakan siswa dan pengguna jalan lainnya.
Kegiatan sambang dan monitoring tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dilakukan ketika terjadi gangguan keamanan. Polri hadir lebih awal melalui langkah-langkah pencegahan, komunikasi dan edukasi agar berbagai potensi permasalahan dapat diminimalkan.
Polri mengajak pihak sekolah untuk terus memperkuat pengawasan terhadap siswa serta membangun komunikasi yang terbuka dengan orang tua. Sementara kepada para pelajar, Polri mengajak untuk menjadikan sekolah sebagai tempat menimba ilmu, mengembangkan kemampuan dan membangun masa depan.
Para pelajar juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada tawuran, kekerasan maupun kegiatan lain yang dapat merugikan diri sendiri. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, siswa maupun pihak sekolah dapat menghubungi Bhabinkamtibmas atau kepolisian terdekat.
Masyarakat juga dapat menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan kehadiran atau bantuan kepolisian dalam situasi yang memerlukan penanganan petugas.
Melalui kegiatan sambang tersebut, Polri kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir secara humanis di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan. Kehadiran Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperkuat rasa aman sekaligus membangun kesadaran para pelajar untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas.
Dengan sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua dan para pelajar, diharapkan lingkungan pendidikan di Kelurahan Bendungan Hilir dapat terus terjaga aman dan kondusif, sehingga para siswa dapat menjalankan aktivitas belajar dengan nyaman dan fokus meraih cita-cita.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















