Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

TNI Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan di Yahukimo, Dua Korban Lain Masih Dicari

×

TNI Evakuasi Satu Jenazah Korban Penembakan di Yahukimo, Dua Korban Lain Masih Dicari

Share this article
Example 468x60

Jakarta — Komando Operasi (Koops) TNI Habema menyatakan telah mengevakuasi satu jenazah korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan proses evakuasi dilakukan pada Jumat (31/7) di kawasan Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Example 300x600

Korban yang berhasil ditemukan diketahui bernama Teina Alya, seorang warga sipil asal Unaukam. Menurut TNI, Teina merupakan satu dari tiga warga sipil yang menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok OPM Kodap XVI/Yahukimo.

“Jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi setelah tim menerima informasi mengenai lokasi korban di kawasan longsoran Kali Kolof,” kata Wirya dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8).

Ia menjelaskan, permohonan evakuasi sebelumnya disampaikan pihak keluarga melalui Kepala Suku Una Ukam sekaligus Kepala Distrik Bomale, Bison Male, kepada Kodim Yahukimo pada 27 Juli 2026. Keluarga meminta bantuan agar jenazah dapat segera dievakuasi untuk dimakamkan.

Menurut Wirya, operasi evakuasi dilakukan setelah personel Koops TNI Habema menyusun langkah pengamanan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel.

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone, kata dia, jenazah ditemukan di dasar longsoran Kali Kolof dengan kedalaman sekitar 50 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penembakan.

TNI menyebut temuan tersebut mengindikasikan adanya dugaan upaya menghilangkan jenazah oleh kelompok OPM. Namun, pernyataan itu merupakan hasil penilaian awal dari pihak TNI dan belum ada keterangan dari pihak lain terkait dugaan tersebut.

Wirya menjelaskan medan evakuasi tergolong berat karena jenazah berada di dasar jurang dengan tebing curam. Tim harus menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling untuk menjangkau lokasi.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, personel lebih dahulu mengamankan titik-titik strategis di sekitar lokasi guna memastikan situasi aman. Setelah itu, tiga personel diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang untuk mengevakuasi jenazah.

“Jenazah kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan diangkat secara bertahap hingga berhasil dievakuasi ke atas tebing,” ujar Wirya.

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, dan kepala suku guna dimakamkan sesuai adat dan keyakinan keluarga.

Koops TNI Habema menyatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Wirya menegaskan TNI akan terus menjalankan tugas pengamanan sekaligus misi kemanusiaan di Papua, termasuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.

Selain itu, TNI mengimbau seluruh pihak untuk menghindari tindakan kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban jiwa serta mengedepankan penyelesaian secara damai demi menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Papua.

Hingga saat ini, dua korban lainnya yang dilaporkan menjadi korban penembakan masih dalam proses pencarian dan evakuasi.

Loading

Example 300250
Spread the love
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *