Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Karet Tengsin Sampaikan Pesan Cooling System

×

Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakat, Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Karet Tengsin Sampaikan Pesan Cooling System

Share this article
Example 468x60

Jakarta Pusat – Dalam rangka memperkuat kemitraan dengan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang aman dan kondusif, Kanit Binmas Polsek Metro Tanah Abang Kompol Ponco Ningsih bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Karet Tengsin, Aiptu Suparmin, melaksanakan kunjungan dan silaturahmi kepada Ketua RW 03, Bapak Muhadi, di Kantor Sekretariat RW 03, Jalan Karet Pasar Baru Barat VII RT 09/RW 03, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/7/2026) siang hari.

Dalam pertemuan tersebut, Kanit Binmas bersama Bhabinkamtibmas melakukan koordinasi terkait perkembangan situasi keamanan di wilayah RW 03 sekaligus menyampaikan pesan-pesan Harkamtibmas sebagai bagian dari strategi Cooling System guna menjaga stabilitas keamanan dan mempererat kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.

Example 300x600

Petugas mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi maupun terhasut oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta untuk selalu bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial, sehingga tidak menimbulkan keresahan di lingkungan.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tamu yang tidak dikenal maupun aktivitas yang mencurigakan sebagai langkah pencegahan terhadap tindak pidana, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga mengingatkan apabila masyarakat berhasil mengamankan seseorang yang diduga melakukan tindak pidana, agar segera menghubungi pihak kepolisian dan menghindari tindakan main hakim sendiri. Penanganan terhadap pelaku tindak pidana harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Metro Tanah Abang dalam membangun komunikasi yang erat dengan para tokoh masyarakat melalui pendekatan humanis serta memperkuat sinergi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di lingkungan permukiman.

Senada dengan Kapolsek Metro Tanah Abang, Akbp Dhimas Prasetyo, Melalui kegiatan sambang dan koordinasi bersama tokoh masyarakat ini, Polsek Metro Tanah Abang berharap sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat, sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen dalam memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan publik, serta mewujudkan lingkungan yang tertib, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Metro Tanah Abang.

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Loading

Example 300250
Spread the love
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uncategorized

Belantara Foundation mendorong aksi iklim generasi muda khususnya pelajar dan mahasiswa dari Jepang, yaitu University of Tsukuba Senior High School (UTSS) at Sakado, Ehime University Senior High School dan University of Tsukuba lewat penanaman bibit pohon secara simbolis di kawasan Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), Provinsi Riau, pada Kamis 30 Juli 2026.  Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Belantara Foundation dengan Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura dan Kelompok Tani Hutan Sultan Syarif Hasyim. Beberapa jenis bibit pohon yang ditanam secara simbolis antara lain balangeran (Shorea balangeran) yang merupakan spesies pohon langka yang perlu dilestarikan, kulim (Scorodocarpus borneensis) yang kayunya digunakan untuk konstruksi bangunan, serta bibit pohon tampui (Baccaurea macrocarpa) yang buahnya digemari masyarakat lokal, serta menjadi sumber pakan bagi berbagai jenis burung dan primata di hutan tropis. Aksi tanam pohon yang diikuti sebanyak 25 pelajar, mahasiswa dan guru sekolah asal Jepang ini merupakan salah satu kontribusi fundamental dari generasi muda dalam upaya melestarikan alam, yaitu merestorasi lahan yang telah terdegradasi dalam mendukung Pemerintah Provinsi Riau menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.  Balangeran (Shorea balangeran) merupakan salah satu pohon asli hutan tropis Indonesia yang tumbuh di Sumatra dan Kalimantan. Secara ekologis, akar balangeran membantu mengikat tanah dan mencegah erosi. Selain itu, spesies ini juga memiliki peran penting dalam restorasi ekosistem gambut karena mampu menjaga cadangan air, menyediakan habitat bagi satwa liar dan menyerap karbon. Karena manfaat ekologisnya yang besar, balangeran kini menjadi salah satu jenis pohon prioritas dalam upaya rehabilitasi hutan dan pengendalian perubahan iklim di Indonesia.  Dengan tema “Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, perayaan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang diperingati pada 10 Agustus setiap tahunnya ini menjadi sebuah momentum penting untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat dan lintas generasi agar peduli dan berkolaborasi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan.  Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, menjelaskan bahwa penanaman pohon secara simbolis dalam menyambut HKAN 2026 ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat kesadaran bagi masyarakat terutama generasi muda terhadap pentingnya partisipasi aktif dalam melestarikan alam dan lingkungan hidup di Indonesia.  “Pelibatan pelajar dan mahasiswa dari Jepang dalam kegiatan penanaman pohon merupakan investasi bagi masa depan. Belantara Foundation berharap mereka menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam pelestarian alam dan lingkungan serta mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia melalui restorasi hutan”, pungkas Dolly yang juga sebagai pengajar di Program Studi Manajemen Lingkungan, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pakuan.  Pada kesempatan yang sama, Kepala KPHP Minas Tahura, Sri Wilda Hasibuan, S.Sos., M.Si., mengatakan   bahwa kawasan Tahura SSH merupakan kawasan konservasi alam yang ditetapkan oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1999. Tahura SSH memiliki luas kawasan lebih dari 6.000 hektar. Sayangnya, saat ini sebagian besar kawasan tersebut telah mengalami deforestasi dan degradasi akibat aktivitas ilegal seperti perambahan lahan, pembalakan liar dan lain sebagainya. …

Loading

Spread the love