Jakarta Pusat — Polri menyiapkan pengamanan sekaligus pelayanan dalam rangka mengawal penyampaian aspirasi massa Pinsar Petelur Nasional (PPN) di kawasan Gedung DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebanyak 1.132 personel gabungan disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Kesiapan pengamanan diawali dengan apel pelayanan unjuk rasa yang dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 08.20 WIB, bertempat di kawasan MPR/DPR RI, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Apel dipimpin oleh Kompol Sam Suharto, S.H.,M.H. Wakapolsek Metro Tanah Abang.
Dalam apel tersebut, personel mendapatkan arahan untuk melaksanakan tugas dengan mengedepankan pendekatan profesional, humanis dan persuasif. Personel diingatkan bahwa kehadiran Polri dalam pengamanan aksi unjuk rasa bukan semata-mata untuk melakukan penjagaan, melainkan memberikan pelayanan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib.
“Pada kesempatan apel hari ini saya menyampaikan amanat dari Kapolda Metro Jaya. Di kawasan MPR/DPR RI akan ada massa aksi yang menyampaikan pendapat di muka umum. Tugas kita adalah melayani dan memastikan penyampaian pendapat dapat tersampaikan dengan baik serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujar Kompol Sam Suharto saat memberikan arahan.
Personel juga diminta mengedepankan komunikasi dialogis dengan massa aksi. Setiap anggota di lapangan diingatkan untuk tetap sabar, menjaga sikap dan tidak mudah terpancing oleh provokasi.
“Laksanakan tugas secara profesional, humanis dan sabar. Masyarakat yang hadir adalah masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. Pegang teguh kedisiplinan dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan aksi unjuk rasa,” tegasnya.
Adapun kekuatan personel yang disiapkan dalam pengamanan dan pelayanan aksi berjumlah 1.132 personel, terdiri dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat serta Polsek jajaran.
Dari Polda Metro Jaya, kekuatan terdiri dari Brimob sebanyak 700 personel dipimpin Kompol Toha, Pam Obvit 15 personel dipimpin AKP Santos, Tombak PMJ 250 personel dipimpin Iptu Anggi, Gasum 40 personel dipimpin Ipda Fitroh, Polwan Nego 25 personel dipimpin AKP Parlan, PPA-PPO PMJ 5 personel dipimpin Ipda Heri, Dit Krimsus PMJ 10 personel dipimpin AKP Sinaga, Dit Krimum PMJ 20 personel dipimpin Iptu Eko, serta Dit Intelkam 12 personel dipimpin AKP Rohmadi.
Sementara dari Polres Metro Jakarta Pusat, disiapkan Sat Intelkam 5 personel dipimpin AKP Udin, Sat Reskrim 19 personel dipimpin Iptu Ginting, Sat PPA-PPO 3 personel dipimpin Aiptu Romulus, Sat Binmas 3 personel dipimpin Ipda Andry, serta Pam Obvit 2 personel dipimpin Brig Yoga.
Sedangkan dari Polsek jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Metro Tanah Abang menurunkan 23 personel yang dipimpin Kompol Sam Suharto, S.H.,M.h.
Dalam arahannya, personel diminta memegang teguh prinsip satu komando. Tidak diperbolehkan adanya tindakan sendiri-sendiri di lapangan. Setiap perkembangan situasi harus dilaporkan secara berjenjang sehingga setiap langkah pengamanan dapat dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur.
Personel juga diingatkan untuk tidak membawa maupun menggunakan senjata api dan senjata tajam dalam pelaksanaan pengamanan. Kelengkapan personel harus diperiksa dan dipastikan sebelum menjalankan tugas.
Arahan lainnya adalah mengoptimalkan deteksi dini dengan memantau perkembangan serta pergerakan massa aksi. Personel juga diminta memberikan perhatian terhadap barang-barang yang dibawa peserta aksi serta situasi di sekitar kawasan MPR/DPR RI.
Selain menjaga keamanan kegiatan, personel diminta memberikan perhatian khusus kepada pengguna jalan dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan MPR/DPR RI. Hal tersebut dilakukan agar kegiatan penyampaian aspirasi tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pengamanan aksi unjuk rasa merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi dan pelayanan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib, aman dan kondusif. Pada saat yang sama, kami juga memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap dapat berjalan,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga profesionalitas serta melakukan koordinasi secara berjenjang selama pelaksanaan pengamanan.
“Utamakan komunikasi dan pendekatan persuasif. Personel harus tetap tenang, tidak mudah terpancing dan selalu mengikuti arahan satu komando. Keselamatan masyarakat dan anggota menjadi prioritas,” tutur AKBP Dhimas Prasetyo.
Melalui kesiapan personel dan arahan yang diberikan dalam apel tersebut, Polri berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Pengamanan dilaksanakan dengan mengedepankan sikap humanis, profesional dan sesuai prosedur, sehingga kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















