Jakarta Timur – Polres Metro Jakarta Timur terus mendorong generasi muda agar mampu mengikuti perkembangan teknologi secara bijak. Salah satunya melalui program Paham Artificial Intelligence (AI) yang digelar di SMA Nurul Ihsan, Jalan Stasiun Cakung, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 130 siswa kelas X, XI dan XII tersebut diisi dengan sosialisasi serta edukasi mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk mendukung kegiatan belajar.
Kegiatan tersebut merupakan program Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum., yang diwakili Kabag SDM Polres Metro Jakarta Timur Kompol Yuli Susiani, S.H., M.H., bersama tim trainer Program Paham AI.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai penggunaan AI secara sederhana, termasuk manfaatnya dalam mendukung proses pembelajaran serta perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Para pelajar terlihat antusias mengikuti materi. Mereka aktif berinteraksi, mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan trainer mengenai penggunaan AI dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.
“Teknologi AI perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak. Kami ingin para pelajar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami manfaat serta dampak penggunaannya,” ujar Kompol Yuli Susiani.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan edukatif. Trainer juga memberikan sejumlah contoh penggunaan AI agar para siswa lebih mudah memahami teknologi tersebut serta dapat menggunakannya secara bertanggung jawab.
Setelah kegiatan selesai, para peserta mendapatkan sertifikat sebagai bukti telah mengikuti Sosialisasi Program Paham AI.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Metro Jakarta Timur berharap para pelajar semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi sekaligus mampu menggunakan Artificial Intelligence secara positif, khususnya untuk menunjang pendidikan dan meningkatkan kreativitas.
Kepolisian juga mengingatkan para siswa agar tetap bijak dalam menggunakan teknologi digital, melakukan verifikasi terhadap informasi yang diperoleh dari AI, serta tidak memanfaatkannya untuk tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif dengan mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun para peserta.



















