Jakarta Pusat – Dalam rangka memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi di muka umum, jajaran Polri melaksanakan Apel Pelayanan Aksi Unjuk Rasa di area Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Apel yang dilaksanakan sekitar pukul 09.15 WIB tersebut dipimpin oleh Waka Polsek Metro Tanah Abang Kompol Sam Suharto, S.H., M.H. dan diikuti sebanyak 33 personel gabungan yang disiagakan untuk memberikan pelayanan serta pengamanan selama berlangsungnya kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.
Aksi tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pendidikan, antara lain meminta realisasi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD, evaluasi penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri di seluruh universitas, penghapusan seleksi jalur mandiri, penolakan komersialisasi pendidikan, serta tuntutan untuk mewujudkan pendidikan gratis.
Terkait salah satu tuntutan mengenai alokasi anggaran pendidikan, ketentuan konstitusi memang mengamanatkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD. Ketentuan tersebut juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam pelaksanaan pengamanan, personel gabungan diberikan arahan untuk mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Personel juga diingatkan untuk menjaga pengendalian diri, menghindari tindakan kekerasan, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun petugas.
Kompol Sam Suharto dalam arahannya menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan komunikasi serta langkah-langkah persuasif sehingga kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib.
Personel juga diingatkan untuk tidak membawa senjata api maupun tongkat dalam pelaksanaan pengamanan. Selain itu, personel diminta mengantisipasi potensi terjadinya pembakaran ban atau benda lainnya dengan menyiagakan peralatan pemadam apabila diperlukan.
Adapun kekuatan pengamanan terdiri dari 3 personel Polsek Metro Tanah Abang dengan perwira pengendali Ipda Bambang Suroso, 25 personel Dit Samapta Polda Metro Jaya dengan perwira pengendali Bripka Dimas, 2 personel Satreskrim dengan perwira pengendali Iptu Ginting, 2 personel Satnarkoba, serta 1 personel Satintelkam.
Selain memastikan keamanan dan ketertiban, personel juga memperhatikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Pengaturan dilakukan secara situasional apabila terdapat pergerakan massa maupun kondisi lain yang berpotensi memengaruhi kelancaran pengguna jalan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa pengamanan aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat.
“Dalam setiap pengamanan kegiatan penyampaian pendapat, personel harus mengedepankan sikap humanis, profesional, dan proporsional. Utamakan komunikasi serta keselamatan seluruh pihak, sehingga masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib,” ujar Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung.
Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo menyampaikan bahwa pihaknya menekankan kepada personel agar menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Personel juga diingatkan untuk menjaga emosi, tidak mudah terpancing, serta melaksanakan tugas sesuai prosedur dan penuh tanggung jawab,” ungkap AKBP Dhimas Prasetyo.
Polri juga menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara tertib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pada saat yang sama, seluruh pihak diharapkan turut menjaga ketertiban umum, keselamatan pengguna jalan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
Melalui apel kesiapan tersebut, personel diharapkan mampu memberikan pelayanan pengamanan secara optimal dengan tetap mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan pendekatan yang humanis.
Kegiatan apel pelayanan pengamanan aksi unjuk rasa berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, dengan personel tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di sekitar lokasi.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















