Jakarta Pusat — Pencegahan tawuran pelajar di Menteng diperkuat melalui kolaborasi antara kepolisian, sekolah, pelajar, dan unsur masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui rencana pembentukan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) serta program Bapak Asuh Polri di lingkungan SMA-SMK Yapermas.
Program tersebut dibahas saat Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, didampingi Kanit Binmas AKP Irawan Junaedi, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Aiptu Roby, melakukan sambang anjangsana ke SMA-SMK Yapermas, Jalan Anyer No. 7, RT 04/RW 02, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026)
Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi antara kepolisian dan pihak sekolah untuk membangun pola pencegahan yang melibatkan langsung unsur pendidikan. Guru, wali kelas, organisasi siswa, Babinsa, FKDM, LMK, Satpol PP hingga unsur keamanan sekolah dilibatkan dalam struktur FKPMS.
Di SMK Yapermas yang memiliki 460 siswa dalam 12 kelas, forum tersebut dipimpin Imron, S.Pd., dengan Ipda Hari Apriyanto, S.H., Kasubnit 2 Reskrim Polsek Metro Menteng, sebagai wakil ketua. Sementara di SMA Yapermas yang memiliki 240 siswa dalam enam kelas, FKPMS dipimpin Drs. Moh. Yusuf dengan Ipda Eko Wahyu Apriyanto sebagai wakil ketua.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan deteksi dini terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan sekolah, termasuk tawuran antarpelajar dan kenakalan remaja.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, mengatakan pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika gangguan sudah terjadi. Menurutnya, komunikasi yang terbangun sejak awal antara polisi dan sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan pendidikan.
“Sekolah merupakan lingkungan penting dalam pembentukan karakter pelajar. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan guru dan siswa agar potensi masalah dapat diketahui dan dicegah sedini mungkin,” ujarnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menekankan bahwa menjaga pelajar dari tawuran dan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Kolaborasi antara kepolisian, sekolah, orang tua, pelajar, dan unsur masyarakat perlu terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi bersama,” tegasnya.
Melalui FKPMS dan program Bapak Asuh Polri, komunikasi antara aparat dan lingkungan pendidikan diharapkan semakin terarah. Kegiatan sambang tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang aman, kondusif, serta mendukung aktivitas belajar para siswa.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















