Jakarta Pusat — Polsek Metro Menteng menggelar razia stasioner di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026) dini hari. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi begal, pencurian kendaraan bermotor, dan penyalahgunaan narkoba.
Razia diawali apel yang dipimpin Iptu Sopan Pebriyanto selaku Padal, didampingi Aiptu Ali Imran sebagai Wapadal. Sebanyak 10 personel Polsek Metro Menteng dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Petugas melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, tidak memasang pelat nomor, maupun membawa penumpang lebih dari ketentuan. Pemeriksaan meliputi surat kendaraan, benda berbahaya, serta obat-obatan terlarang.
Dalam pelaksanaannya, petugas mengamankan dua sepeda motor yang pengendaranya belum dapat menunjukkan dokumen STNK, yakni Yamaha Aerox warna hitam tanpa pelat nomor dan Honda Vario warna putih dengan nomor polisi B 3860 SEA.
Kedua kendaraan tersebut diamankan ke Polsek Metro Menteng. Para pengendara diminta menunjukkan surat kendaraan sebagai persyaratan untuk membawa kembali kendaraannya. Sementara itu, pengendara lain yang tidak ditemukan pelanggaran atau temuan mencurigakan diberikan imbauan secara humanis dan dipersilakan melanjutkan perjalanan.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa razia stasioner merupakan upaya pencegahan untuk menjaga keamanan masyarakat, khususnya pada jam rawan dini hari.
“Pemeriksaan dilakukan secara selektif dan humanis dengan fokus mengantisipasi begal, curanmor, serta penyalahgunaan narkoba. Kami mengimbau masyarakat selalu membawa dan melengkapi dokumen kendaraan saat berkendara,” ujarnya.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Razia ini merupakan langkah preventif untuk mencegah kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengajak warga mematuhi aturan lalu lintas serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan,” tegasnya.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















