DEPOK ~ Korps Brimob Polri melaksanakan Analisis dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) melalui Zoom Meeting dari Ruang Vicon Kendali Operasi Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan dipimpin Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, didampingi Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto. Anev diikuti Teknisi Jibom Utama TK I Korbrimob Polri Irjen Pol. Suhendri, Teknisi KBR Utama TK I Korbrimob Polri Irjen Pol. Rudy Harianto, Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, para Danpas, Danmen, Dansat, Pamen, Pama, serta personel Korbrimob Polri melalui jaringan Zoom Meeting.
Dalam Anev tersebut, Dankorbrimob memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh jajaran, terutama terkait optimalisasi kekuatan personel, peningkatan kesiapan operasional, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan bencana.
Dankorbrimob menegaskan bahwa kekuatan personel yang tersedia harus dikelola, ditempatkan, dan dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan operasional. Kemampuan setiap personel juga perlu dilatihkan secara tepat dengan mempertimbangkan karakteristik ancaman di masing-masing wilayah.
“Manajemen SDM secara cerdas, latih secara tepat, dan gunakan secara efektif,” tegasnya.
Dalam pengembangan SDM, para pimpinan satuan diminta segera melakukan pendataan terhadap personel yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan pengembangan karier. Pembinaan dilakukan secara terencana melalui aspek administrasi, akademik, kesehatan, jasmani, psikologi, dan kompetensi.
Pendidikan pengembangan karier, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab pimpinan sekaligus bentuk penghargaan terhadap kinerja, dedikasi, dan pengabdian personel.
Sementara dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, para Komandan Satuan Brimob Polda diminta melakukan pemetaan potensi dan risiko di wilayah masing-masing, baik yang berkaitan dengan bencana alam maupun konflik sosial.
Untuk menghadapi potensi kerusuhan, Korps Brimob menyiapkan pola pengerahan kekuatan secara bertahap melalui skema Aman Nusa I. Adapun dalam penanganan bencana melalui Aman Nusa II, kekuatan diarahkan dengan mengoptimalkan Satbrimob setempat, dukungan Satbrimob sekitar melalui rayonisasi, serta back-up dari Korbrimob.
Kesiapsiagaan tersebut harus didukung dengan kesiapan seluruh unsur operasional. Setiap satuan wajib memastikan personel, perlengkapan, kendaraan, sarana komunikasi, hingga peralatan SAR berada dalam kondisi siap digerakkan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.
Selain kesiapan operasional, Korps Brimob Polri juga terus mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Polri Presisi. Dari total 907 unit yang menjadi bagian dari pengerjaan, sebanyak 890 unit telah mencapai progres 100 persen, sementara unit lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan dan perencanaan. Selanjutnya, direncanakan pembangunan 107 unit jembatan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, Dankorbrimob menegaskan agar aspek kualitas, keamanan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas.
“Harus tetap mengutamakan kualitas, keamanan dan keselamatan,” tegas Dankorbrimob.
Melalui Anev Sitkamtibmas tersebut, Korps Brimob Polri terus memperkuat kesiapan jajaran, mulai dari pengelolaan dan pengembangan personel, kesiapan operasional, pemetaan potensi ancaman, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kekuatan Brimob mampu bergerak secara cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi berbagai situasi serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.



















