JAKARTA — Panitia Silaturahmi Akbar Masyarakat Hatuhaha–Tuhaha melakukan audiensi dengan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi NasDem, M. Ongen Sangaji, SH, yang juga dikenal sebagai tokoh Maluku, di Ruang Rapat Fraksi Partai NasDem, Lantai 5 Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting bagi panitia untuk menyampaikan perkembangan konsolidasi masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta, sekaligus mempererat hubungan dengan tokoh-tokoh Maluku yang selama ini memberi perhatian terhadap kebersamaan warga perantauan.
Dalam audiensi tersebut, Ongen Sangaji menegaskan bahwa persatuan dan kekompakan merupakan kunci utama dalam membangun kekuatan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Menurut dia, keluarga besar Hatuhaha–Tuhaha memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi komunitas yang solid, berdaya, dan mampu mengambil peran strategis di Ibu Kota apabila seluruh unsur masyarakat dapat bersatu dalam satu semangat kebersamaan.
“Ayo jaga kekompakan, jaga persatuan dan kesatuan. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua elemen Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta harus bersatu agar menjadi kekuatan besar untuk generasi kita ke depan,” kata Ongen.
Sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ongen menjelaskan bahwa dirinya siap membangun sinergi dengan masyarakat, khususnya dalam membantu persoalan-persoalan warga yang berkaitan dengan pemerintahan, administrasi, dan pertanahan. Ia menilai, masyarakat membutuhkan akses komunikasi yang kuat dengan wakil rakyat agar persoalan yang dihadapi dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi dan terukur.
Namun lebih dari itu, sebagai tokoh Maluku, Ongen menaruh harapan besar terhadap kebangkitan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Ia menilai momentum Silaturahmi Akbar yang telah digelar sebelumnya harus dilanjutkan dengan pembentukan organisasi bersama yang kuat, terstruktur, dan mampu menjadi rumah besar bagi seluruh anak cucu Hatuhaha–Tuhaha di perantauan.
“Kita jangan berhenti pada acara silaturahmi semata. Harus ada organisasi yang kuat, yang menjadi wadah bersama, yang menyatukan seluruh potensi Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Dengan organisasi, kita bisa menjaga persaudaraan, memperkuat generasi, dan memperjuangkan kepentingan bersama secara lebih terarah,” ujarnya.
Pernyataan Ongen tersebut disambut positif oleh panitia. Perwakilan panitia, Musa Marasabessy, SH, menyampaikan bahwa dukungan dari Ongen Sangaji sebagai anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus tokoh Maluku menjadi motivasi penting bagi panitia untuk terus melanjutkan agenda persatuan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha.
Menurut Musa, Silaturahmi Akbar yang sebelumnya digelar menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta masih sangat kuat. Meski persiapan dilakukan dalam waktu singkat, kegiatan tersebut mampu menghadirkan kebersamaan yang luar biasa dan menjadi titik awal kebangkitan baru.
“Silaturahmi Akbar kemarin menjadi momentum yang sangat berarti. Dari kegiatan itu, kami melihat bahwa semangat untuk bersatu, saling merangkul, dan membangun kebersamaan masih sangat besar. Karena itu, panitia berkomitmen melanjutkan semangat tersebut ke dalam pembentukan organisasi bersama,” kata Musa.
Ia menambahkan, saat ini panitia tengah menyiapkan konsep organisasi bersama yang akan menjadi wadah kolektif masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Sejumlah hal yang sedang dibahas meliputi nama organisasi, bentuk kepemimpinan, serta rumusan program yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di perantauan.
Audiensi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur panitia, antara lain Musa Marasabessy dari keluarga besar Kailolo, Hendrik Noya, SH, MH dari keluarga Hulaliu Haturesy Rakanyawa, Syahrudin Latuconsina selaku Ketua Umum GMP, Ali Sangadji selaku Ketua Rohomoni, Hendrik Louhanapessy dari Tuhaha, serta Ismail Tuasamu selaku Panglima Kailolo.
Bagi panitia, audiensi di DPRD DKI Jakarta bukan sekadar kunjungan silaturahmi, tetapi juga bagian dari langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Dengan dukungan para tokoh Maluku, panitia berharap lahir sebuah wadah bersama yang mampu menjaga persaudaraan, merawat nilai-nilai kebersamaan, dan menyiapkan generasi penerus yang lebih kuat di masa mendatang.
![]()



















