JAKARTA — Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA) menilai perhatian terhadap kesejahteraan wartawan yang sehari-hari meliput isu hukum dan peradilan perlu menjadi bagian dari penguatan kemitraan antara insan pers dan lembaga peradilan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum FORSIMEMA, Syamsul Bahri, merespons pandangan Titin, awak media Rakyat Merdeka News.co.id, mengenai kondisi kesejahteraan media dan jurnalis yang menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Mahkamah Agung (MA) serta badan peradilan di bawahnya.
Menurut Syamsul, isu kesejahteraan wartawan bukan semata persoalan individu jurnalis, melainkan berkaitan dengan keberlangsungan kerja jurnalistik dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Apresiasi mendalam kami sampaikan kepada saudari Titin dari Rakyat Merdeka News.co.id. Pernyataan beliau menjadi bagian dari aspirasi rekan-rekan jurnalis yang selama ini menjalankan tugas peliputan di lingkungan peradilan,” ujar Syamsul dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Wartawan dan keterbukaan informasi
FORSIMEMA berpandangan, keberadaan wartawan di lingkungan peradilan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai proses hukum, putusan pengadilan, kebijakan lembaga peradilan, maupun berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Kerja jurnalistik tersebut, kata Syamsul, membutuhkan dukungan ekosistem yang memungkinkan wartawan menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.
Karena itu, menurutnya, hubungan antara media dan lembaga peradilan perlu terus dibangun dalam kerangka kemitraan yang sehat dengan tetap menghormati independensi pers serta kewenangan masing-masing pihak.
“Wartawan yang meliput isu hukum dan peradilan memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan informasi yang akurat kepada masyarakat. Karena itu, profesionalisme dan kesejahteraan insan pers perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Dorong kemitraan yang lebih kuat
FORSIMEMA berharap penyampaian aspirasi mengenai kesejahteraan wartawan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara organisasi media, wartawan, dan jajaran pimpinan lembaga peradilan.
Menurut Syamsul, keterbukaan informasi publik akan berjalan lebih baik apabila terdapat komunikasi yang konstruktif antara lembaga peradilan dan media.
FORSIMEMA juga menekankan bahwa kemitraan tersebut harus diarahkan pada terciptanya iklim jurnalistik yang profesional, kondusif, transparan, dan tetap memberikan ruang bagi media untuk menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Harapan kami, hubungan antara insan pers dengan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya semakin baik. Bukan hanya dalam aspek penyampaian informasi, tetapi juga dalam membangun ekosistem pers yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Syamsul.
Ia menambahkan, perhatian terhadap kesejahteraan wartawan pada akhirnya juga berkaitan dengan kualitas informasi yang diterima masyarakat.
FORSIMEMA menyatakan akan terus mendorong komunikasi dan silaturahmi antara insan pers dengan lembaga peradilan sebagai bagian dari upaya mendukung keterbukaan informasi publik yang berkualitas.
Sumber : Syamsul Bahri
Ketua Umum FORSIMEMA



















