Surakarta, 24 Juli 2026 – Karaton Surakarta Hadiningrat mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan pelestarian warisan budaya sebagai kepentingan utama dalam menyikapi berbagai dinamika yang berkembang di lingkungan Karaton. Menurut Karaton, kepastian hukum, kepastian adat, kepastian sejarah, dan kepastian kelembagaan merupakan fondasi yang harus diwujudkan agar salah satu pusat kebudayaan Jawa tersebut tetap lestari bagi generasi mendatang.
Pesan itu disampaikan Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd. (Gusti Moeng), menyusul meningkatnya perhatian masyarakat terhadap Karaton Surakarta Hadiningrat melalui pemberitaan media, diskusi publik, media sosial, hingga berbagai bentuk aspirasi masyarakat.
Menurut Gusti Moeng, perhatian yang muncul dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa Karaton Surakarta masih memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa. Karaton bukan hanya bagian dari sejarah Jawa, tetapi juga salah satu simpul kebudayaan nasional yang menyimpan nilai-nilai luhur, tradisi, pengetahuan, seni, dan identitas bangsa.
“Besarnya perhatian masyarakat merupakan amanah yang harus dijawab dengan kebijaksanaan. Fokus kita bukan memperbesar perbedaan, tetapi memperkuat fondasi agar Karaton tetap menjadi pusat pelestarian budaya yang dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Warisan Budaya Memerlukan Kepastian
Karaton menilai pelestarian sebuah institusi budaya tidak cukup dilakukan melalui perawatan bangunan bersejarah semata. Keberlanjutan sebuah warisan budaya juga ditentukan oleh adanya kepastian dalam aspek hukum, adat, sejarah, dan tata kelola kelembagaan.
Sebagai institusi budaya yang telah berdiri sejak 1745 dan berstatus Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, Karaton Surakarta Hadiningrat memikul tanggung jawab menjaga kesinambungan paugeran adat, seni tradisi, manuskrip, arsitektur, hingga warisan budaya takbenda yang menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Karaton berpandangan bahwa kepastian di berbagai aspek tersebut akan menjadi landasan penting bagi keberlangsungan fungsi Karaton sebagai pusat pelestarian budaya, pendidikan, sejarah, dan pengembangan kebudayaan.
Dukung Langkah Negara Memperkuat Pelestarian
Karaton juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat perlindungan dan pengembangan Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.
Menurut Karaton, kehadiran negara melalui kebijakan pelestarian budaya merupakan langkah penting untuk memastikan pengelolaan kawasan cagar budaya berjalan secara kolaboratif dengan tetap menghormati hukum, paugeran adat, dan nilai-nilai sejarah.
Karaton menegaskan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah, akademisi, budayawan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam setiap upaya yang bertujuan menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.
Ilmu Pengetahuan Dipandang Sebagai Pendukung
Dalam pernyataannya, Karaton juga menyebut perkembangan ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pendukung apabila dipandang relevan dalam proses pencarian kebenaran oleh pihak yang berwenang.
Pendekatan ilmiah, termasuk pemeriksaan DNA apabila diperlukan, dinilai dapat memberikan kontribusi sepanjang dilakukan secara profesional, independen, berdasarkan persetujuan para pihak, serta tetap menghormati hak asasi manusia dan ketentuan hukum yang berlaku.
Karaton menegaskan bahwa pendekatan ilmiah harus dipahami sebagai pelengkap yang dipertimbangkan bersama fakta sejarah, silsilah, dokumen resmi, dan paugeran adat sehingga menghasilkan keputusan yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan.
Saatnya Memperkuat Rekonsiliasi
Karaton Surakarta Hadiningrat mengajak seluruh keluarga besar Karaton, pemerintah, budayawan, akademisi, tokoh adat, media massa, dan masyarakat menjadikan momentum ini sebagai kesempatan memperkuat dialog dan rekonsiliasi.
Karaton meyakini bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila dijaga melalui semangat persatuan, musyawarah, penghormatan terhadap hukum, dan penghargaan terhadap sejarah.
“Karaton Surakarta Hadiningrat adalah bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia. Menjaganya berarti menjaga akar budaya, memperkuat jati diri nasional, dan memastikan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman,” kata Gusti Moeng.
Karaton berharap seluruh ikhtiar yang dilakukan berbagai pihak bermuara pada satu tujuan bersama, yakni menghadirkan kepastian yang mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan Karaton Surakarta Hadiningrat terus menjalankan perannya sebagai pusat pelestarian budaya dan warisan sejarah bangsa.
![]()



















