Jakarta Pusat – Polres Metro Jakarta Pusat memberikan pelayanan dan pengamanan secara humanis dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan Pinsar Petelur Nasional (PPN) di depan Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Sekitar 1.050 peternak dari sejumlah daerah hadir menyampaikan aspirasi terkait kondisi usaha peternakan ayam petelur. Mereka datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Lampung hingga sejumlah wilayah lainnya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi aspirasi, di antaranya terkait tingginya harga pakan, harga jagung, serta rendahnya harga jual telur di tingkat peternak.
Polres Metro Jakarta Pusat mengedepankan pendekatan humanis selama kegiatan berlangsung. Petugas tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memastikan massa dapat menyampaikan aspirasinya dengan tertib dan aman.
Salah satu bentuk pelayanan terlihat ketika petugas membentangkan spanduk bertuliskan, “Selamat Datang Pejuang Aspirasi, Sampaikan Pendapat dengan Tertib, Kami Siap Melayani.”
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun suasana yang sejuk selama penyampaian pendapat di muka umum.
Sekitar pukul 12.05 WIB, sebanyak 35 orang perwakilan massa diberikan akses untuk masuk ke Gedung MPR/DPR RI guna mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI.
Dalam RDP tersebut, perwakilan peternak menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Salah satunya mengenai tingginya biaya produksi akibat harga pakan, jagung, dan bungkil kedelai, sementara harga telur di tingkat produsen dinilai belum mampu menutup biaya produksi.
Ketua Koperasi KPUS Kendal, Suwardi, dalam paparannya menyampaikan bahwa peternak membutuhkan dukungan pemerintah, termasuk ketersediaan jagung dengan harga yang wajar, penyerapan telur melalui program pemerintah, evaluasi tata niaga impor bahan baku pakan, serta perlindungan terhadap keberlangsungan peternak rakyat.
Massa juga berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan bahan baku pakan dan harga jual hasil produksi peternak.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, bersama sejumlah pimpinan Komisi IV juga menemui massa setelah RDP selesai.
massa aksi menyampaikan bahwa aspirasi peternak akan diteruskan kepada kementerian terkait, termasuk mengenai ketersediaan dan harga jagung serta kondisi harga telur
selama kegiatan berlangsung, personel Polres Metro Jakarta Pusat terus memberikan pelayanan kepada massa aksi. Petugas memastikan akses keluar-masuk gedung, mengatur situasi di sekitar lokasi, serta menjaga agar penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Massa kemudian berangsur-angsur meninggalkan kawasan Gedung MPR/DPR/DPD RI dengan tertib. Situasi selama kegiatan hingga massa membubarkan diri berlangsung aman dan kondusif.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H. menegaskan bahwa kepolisian hadir untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara aman, tertib, dan nyaman.
“Polri hadir bukan untuk membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Kami hadir untuk memberikan pelayanan, memastikan keamanan, serta menjaga agar setiap penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan tertib dan humanis.”
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Metro Jakarta Pusat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)



















