JAKARTA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta menggelar aksi mimbar bebas dalam rangka memperingati Hari Reformasi di depan Sekretariat GMKI Jakarta, Jalan Salemba Raya Nomor 49, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) malam.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 19.20 WIB itu diikuti sekitar 30 peserta dengan penanggung jawab kegiatan, Pian Manurung. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan penolakan terhadap rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sejumlah alat peraga dibawa peserta aksi, di antaranya spanduk berisi berbagai tuntutan serta pengeras suara portabel. Dalam spanduk tersebut tertulis sejumlah slogan, seperti “Revolusi NKRI Harga Mati BBM”, “Dolar Naik Emosi Juga Naik”, “Kembalikan TNI ke Barak”, dan “Hentikan MBG”.
Situasi sempat memanas ketika sekitar pukul 19.30 WIB massa membakar ban bekas di tengah Jalan Salemba Raya. Aksi tersebut mengakibatkan arus lalu lintas mengalami kepadatan dan hanya menyisakan satu lajur yang dapat dilintasi kendaraan.
Berdasarkan pemantauan petugas, pada pukul 19.49 WIB massa aksi menutup sebagian badan Jalan Salemba Raya dan menyisakan satu lajur untuk kendaraan yang melintas. Petugas dari Polsek Senen kemudian berupaya memadamkan api ban yang terbakar. Namun, upaya tersebut sempat mendapat penolakan dari peserta aksi.
Ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 20.45 WIB saat massa berupaya menutup seluruh ruas Jalan Salemba Raya. Upaya tersebut berhasil dicegah oleh petugas gabungan TNI dan Polri yang melakukan pengamanan di lokasi.
Tidak berhenti di situ, pada pukul 21.17 WIB massa kembali mencoba melakukan penutupan jalan dan melakukan provokasi terhadap aparat keamanan yang berjaga. Meski demikian, situasi tetap dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi bentrokan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold E.P. Hutagalung bersama Dandim Jakarta Pusat tiba di lokasi sekitar pukul 21.43 WIB untuk memantau langsung jalannya pengamanan aksi.
Pengamanan kegiatan dipimpin oleh Kompol Widodo Saputro dengan melibatkan 10 personel pengamanan. Hingga malam hari, aksi masih berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif meskipun sempat mengganggu arus lalu lintas di kawasan Salemba Raya.
Petugas terus melakukan pengawasan dan pengamanan guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berlangsung tertib serta tidak mengganggu ketertiban umum secara lebih luas.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
![]()



















