Jakarta Pusat — Dalam rangka memperkuat sinergitas antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, Tiga Pilar Kelurahan Petamburan bersama Tim Jaga Jakarta Polsek Metro Tanah Abang melaksanakan kegiatan silaturahmi dan dialog kamtibmas dengan warga RW 03 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 13 Juni 2026, pagi hari. Kegiatan berlangsung di Gedung Balai Musyawarah Warga (BMW) RW 03, Jalan Jati Petamburan RT 005 RW 03, Kelurahan Petamburan.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Binmas, KP Ponco Ningsih, bersama unsur Tiga Pilar Kelurahan Petamburan serta dihadiri oleh Ketua RW 03 Bapak Budianto, Tokoh Masyarakat Bapak Aidita F., Kasi Kesra Kelurahan Petamburan Bapak Wahyu, Kapuskesmas Kelurahan Petamburan dr. Wahyu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Petamburan Aipda Ginanjar, SP., para kader Jumantik, pengurus PKK, para Ketua RT, serta warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada warga. Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan melalui gerakan “Jaga Lingkungan, Jaga Warga, Jaga Aturan, Jaga Amanah, Jaga Jakarta”. Para Ketua RT dan pengurus wilayah diminta untuk terus memberikan edukasi kepada warga agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang-orang yang masuk ke lingkungan permukiman dengan tujuan yang tidak jelas, khususnya menjelang masa libur sekolah dan kenaikan kelas.
Dalam dialog tersebut, peran aktif para ibu rumah tangga juga mendapat perhatian khusus. Warga diajak untuk mengoptimalkan “The Power of Emak-Emak” sebagai garda terdepan dalam mengawasi dan mengingatkan anak-anak di lingkungan masing-masing agar tidak terlibat tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan kriminal lainnya. Kepedulian dan komunikasi antarwarga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Selain penyampaian himbauan kamtibmas, warga juga diberikan informasi bahwa apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan adanya gangguan keamanan di lingkungan, dapat segera menghubungi Bhabinkamtibmas setempat maupun Call Center Polri 110 yang siap menerima laporan masyarakat selama 24 jam.
Dalam sesi dialog dan tanya jawab, warga menyampaikan beberapa aspirasi dan masukan kepada unsur Muspika dan kepolisian. Salah satunya terkait asap yang muncul pada pagi hari yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran atau penabunan sampah dan dinilai mengganggu kesehatan masyarakat. Warga berharap adanya penertiban terhadap aktivitas tersebut agar kualitas lingkungan menjadi lebih baik.
Selain itu, warga juga menyampaikan harapan agar proses verifikasi penerima bantuan sosial dapat dilakukan secara lebih akurat dengan melibatkan Ketua RT dan RW setempat. Menurut warga, masih terdapat lansia dan masyarakat kurang mampu yang belum menerima bantuan, sementara sebagian penerima dinilai kurang tepat sasaran. Menanggapi hal tersebut, pihak kelurahan menjelaskan bahwa data penerima berasal dari Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) Kementerian Sosial dan akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan pendamping sosial terkait.
Masukan lainnya yang menjadi perhatian warga adalah masih maraknya peredaran obat-obatan golongan G, khususnya Tramadol, di wilayah sekitar Museum Tekstil hingga kawasan Blok G. Warga meminta agar pihak kepolisian segera mengambil langkah penindakan guna mencegah penyalahgunaan obat tersebut yang dinilai sangat berbahaya bagi generasi muda.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, lancar, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan bahwa Melalui kegiatan tatap muka dan dialog bersama warga ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin erat antara masyarakat dengan unsur Tiga Pilar, sehingga setiap permasalahan sosial maupun gangguan kamtibmas dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat, dan terpadu. Kehadiran aparat di tengah masyarakat juga menjadi bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan guna mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh warga.
Kapolsek Metro Tanah Abang Akbp Dhimas Prasetyo menambahkan bahwa Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk aksi tawuran remaja dan tindak kriminalitas lainnya yang dapat meresahkan warga.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)
![]()



















